Buka puasa ala Mahasiswa (di London)

Alhamdulillah… Tahun ini adalah tahun ke-9 saya berpuasa Ramadhan di Eropa. Mulai dari tahun 2009 saat buka puasa masih jam setengah 8, sampai tahun lalu saat buka puasa hampir jam 10 malam dan 19 jam lamanya.

Sebagai mahasiswa rantau, biasanya Ramadhan terasa sepi karena jauh dari tanah air. Yang paling terasa, selain jauh dari keluarga tentunya, tdiak ada adzan magrib kencang yang berkumandang dari masjid terdekat, tidak ada kolak, takjil khas, dan teman-temannya, dan sepinya sholat sendirian.

Nah, ada beberapa pilihan di bawah nih yang bisa diikuti teman-teman mahasiswa rantau (khususnya di London) biar Ramadhan-nya lebih terasa.

  1. Buka puasa di KBRI

Sudah menjadi tradisi di tiap Sabtu malam di bulan Ramadhan diadakan buka bersama di KBRI London (biasanya satu sesi di Wisma Nusantara). Sebelum buka bersama, diadakan pengajian/ceramah dulu, bagi anak-anak/remaja juga ada pengajian khusus. Sayangnya, kebanyakan mahasiswa malah kompakan datang 10 menit sebelum waktu magrib. Hmm… rugi dong gak ilmu/siraman rohani.

Yang paling sedap, saat adzan Magrib dikumandangkan, takjil yang dibagikan adalah kue-kue tradisional Indonesia loh… (plus kurma + teh manis). Setelah sholat Magrib berjamaah, barulah sajian inti buka puasa dihidangkan. Pembagiannya sangat khas, kami duduk melingkar dan mengambil sendiri tampah yang berisi lauk/sayur/nasi. Siapa cepat dia dapat… Kadang, karena pada kalap, bisa-bisa tidak kebagian atau hanya dapat nasi putih (pengalaman, haha).

Setelah santap buka puasa ini langsung pulang, tidak ada Isya atau tarawsih (karena terlalu malam.

 

bukber1

 

2. Buka puasa di Kampus

Semenjak saya kuliah di Inggris (tahun 2009 di Edinburgh) pasti pihak Islamic society / mushola selalu menyediakan buka puasa gratis. Alhamdulillah… bagi kami mahasiswa ini rejeki sekali. Seringnya sih menunya adalah nasi biryani dan kambing. 8 tahun lalu, trik saya untuk menghemat adalah saat dibagikan box nasi, setengah dimakan untuk buka puasa, setengahnya disimpan untuk sahur. Maklumlah, porsinya besar sekali….

Nah, di kampus Imperial setiap hari juga diadakan Free Iftar. Tahun ini mereka menggelarnya di gedung kampus sehingga bisa menampung lebih banyak jamaah dan nyaman untuk sholat berjamaah. tuh lihat foto di bawah ini, banyak kabn yang datang (alias para mahasiswa kesepian, hiks…)

bukber2

Beberapa menit sebelum adzan Magrib dikumandangkan, mereka menyediakan waktu kami untuk memanjatkan do’a. Hmm… sunnah sekali ya, benar- benar memanfaatkan waktu mustajab do’a sebelum buka puasa. Alhamdulillah… Setelah memasuki waktu buka puasa, disajikan takjil berupa buah-buahan segar, kurma medjool (yang super besar gendut-gendut, yummyy…), dan aneka jus.

Tak lama, semua bangun untuk sholat magrib berjamaah, biasanya yang ditunjuk jadi Imam mahasiswa yang bahasa ibunya bahasa Arab jadi bacaannya fasih. Setelah sholat magrib, waktunya menyantap hidangan utama. Seperti biasa menunya nasi biryani dengan potongan daging kambing (yang besar empuk pula). Tak ketinggalan, saos yogurt mint dan saus pedas. Alhamdulillah…. Nikmatnya.

Niat Nyo ingin seperti 8 tahun lalu, setengah dimakan disini, setengah akan disimpan untuk sahur. Eh, tapiiii… Entah kenapa ya kok tiba-tiba isi box sudah bersih tak bersisa. Hahaha… Mungkin kapasitas perut telah meningkat semenjak 8 tahun lalu, plus udah laku alias emak-emak gaktahumalukalomakan.

Setelah santapan inti, sambil menunggu Isya ada kajian Islam dan ceramah singkat. Dilanjutkan dengan sholat Isya serta tarawih berjamaah. Memang kuat sekali fisik para mahasiswa sanggup stay di kampus untuk tarawih sampai tengah malam. Sejujurnya sih, makNyo ini habis makan buka puasa langsung pulang, heheh.. :p

3. Ramadhan Tent

Semenjak tahun 2015 nyo di London, Ramadhan Tent telah diadakan rutin diadakan. Tujuannya untuk merangkul masyarakat di London yang majemuk, serta memberi makan para homeless (tuna wisma) di kota ini selama Ramadhan.

Setiap hari di bulan Ramadhan, kegiatan yang diinisasi para mahasiswa SOAS mengadakan Open Iftaar, free for anyone, di Malet Street Garden – taman di pusat kota London. Setiap hari sebelum Magrib ada ceramah / siraman rohani Islam. Biadanya pembicaranya adalah para pemuka/akademisi/ilmuwan/artis/public figure Muslim di London.

Menunya setiap hari juga bervariasi, kadang nasi biryani, kadang pasta, kadang nasi rendang pernah juga. Sedangkan menu takjil-nya kurma dan aneka kue/cokelat. Yummy ya…

Senangnya disini kita bisa bertemu banyak orang, duduk bersama dibawah tenda, mulai dari mahasiswa muslim, non-muslim, karyawan, anak-anak, sampai para tuna wisma yang sangat senang mendapat makan gratis (bahkan mereka sudah menunggu berjam-jam sebelum acara dimulai). Subhanallah, berkah Ramadhan…

bukber3

4. The Big Iftar

Big Iftar merupakan kegiatan komunitas untuk berbuka puasa bersama, di berbagai penjuru Inggris raya. Biasanya temanya unik dan dilaksanakan di tempat yang tidak biasa, misal di gereja, di sekolah-an, sampai di sinagoga. Misalnya yang saya ikuti tahun lalu, Big Iftaar di Sinagoga London yang juga sekaligus merayakan ulang tahun Her Majesty Queen ke-90.

Pada Big Iftar pemuka agama tiga agama, mulai dari ulama Islam, pendeta Kristen, dan rabbi Yahudi berkumpul bersama. Sebelum buka puasa, ada ceramah dari ustadz. Saat magrib pun adzan dikumandangkan (di dalam Sinagoga) dan kami pun sholat berjamaah bersama. Berikut videonya:

Untuk tahun ini, tema Big Iftar adalah The Great Get Together. Tema ini terinspirasi oleh Jo Cox, politisi Inggris yang terbunuh 16 Juni silam. Jo Cox selalu mengusung kebersamaan di Inggris  dan persatuan dari keberagaman. Seperti biasanya Big Iftar turut mengundang pemuka dan partisipan dari berbagai agama/keyakinan untuk berbuka puasa bersama.  Nah, tapi ada yang nyeleneh juga nih tahun ini di London: The big gay iftar. Heuuh… Na’udzubillah.. kalau yang ini no comment deh… >.<

Ringkasan buka puasa London tahun lalu (untuk tahun ini, belum ada ya… karena kondisi juga sedang tidak kondusif untuk keluar malam setelah banyaknya ‘peristiwa’ di London dan Manchester):

Advertisements