Persiapan Berangkat Haji dari Inggris (bagi visa Non-UK)

Alhamdulillah wa syukurillah.. niatan sejak tahun lalu akhirnya terlaksana juga. Bagi kami para mahasiswa di LN, kesempatan berhaji dari luar Indonesia merupakan kesempatan emas. Antrian panjang (sampai 20 tahun katanya) untuk berangkat haji (jalur biasa) dari Indonesia rasanya membuat hati ciut.

Semenjak tahun lalu, setelah berusaha mengumpulkan rejeki yang dilimpahkan oleh-Nya, kami juga mencari informasi kesana sini. Pertama kali yang kami cari adalah travel agent Haji. Menurut CBHUK (seminar Haji/umroh rutin juga diselenggarakan oleh CBHUK, silahkan cek ini), travel agen Haji harus memenuhi 3 syarat ini: ada ATOL, IATA, dan approved by Ministry of Hajj (cek website MOFA). Nah, Coba cek di website travel agent tsb, biasanya kaau ada lambang ketiganya, inshaAllah aman. Mengapa harus begini? Karena banyak juga Hajj fraud di UK, penipuan berkedok Haji sehingga uang raib tapi tidak jadi berangkat.

Setelah semua ok, tinggal perbandingan harga dan itinerary dari travel agen tsb, mana yang paling sreg di hati dan di kantong. Untuk hal ini, saya pribadi membuat tabel agar lebih bisa dibandingkan antar agen, mana yang ada mana yang tidak disediakan, dsb. Jangan lupa, telepon langsung ke agen travelnya, karena dengan komunikasi awal ini kita bisa tahu mana sih agen yang enak untuk berdiskusi ke depannya atau agen mana yang kelihatannya gak sreg.

Ini kira-kira ‘contekan’ tabel perbandingan agen travelnya:Survey_Hajj

Berhubung visa saya adalah visa student jadi agak riskan juga ya dipikir-pikir kalau menggunakan agen yang belum pernah mengurus visa Haji untuk paspor Indonesia, apalagi student. Padahal banyak sih travel agen yang bagus di London, yang sekitar rumah, bisa juga mereka kadang membawa jamaah non UK. Tapi demi kedamaian hati, akhirnya saya memutuskan untuk memilih travel agen yang pernah dipakai para student Indonesia di UK sebelumnya (gak banyak pilihan, hanya 3-4 malah).

Alhamdulillah… pilihan jatuh di Al-Makkawi, di travel agen ini, ada 9 orang teman Indonesia saya yang berangkat (7 nya students) tapi semua terpencar di 3 grup. Berhubung saya ingin yang grup Shifting 3 minggu (saat hari Haji di kawasan Azizia agar dekat Mina/jumroh: agak manja biar bisa mandi/istirahat di hotel) jadinya saya sendirian orang Indonesia di Grup satu, hiks.. sementara teman2 lain di paket yang lain (2 minggu).

Saya rangkumin aja deh persiapannya:

  1. Pilih travel agen haji (cek ‘keamanan’nya mulai dari ATOL/ABTA/MOFA, apakah sesuai dengan sunnah pelaksanaannya, lalu harga dan itinerary, lokasi dekatnya hotel dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi)
  2. Vaksin Meningitis C (bisa di GP atau di pharmacy spt Tesco/boots, travel clinic – saya disini dapat sertifikat ada bahasa Arab nya, etc.). harga bervariasi antara 38-70 GBP.
  3. Pastikan paspor dan visa UK kita masih berlaku lebih dari 6 bulan dari periode Haji kita. Namun, jika tidak, bisa minta surat keterangan dari KBRI (KBRI sangat mendukung pemberangkatan jamaah dari Non Indonesia agar mengurangi kuota antrian dalam negeri)
  4. Bayar deposit (umumnya untuk booking perlu deposit sekitar 1500-2000 GBP), selebihnya bisa dibayarkan bertahap.
  5. Untuk wanita, siapkan juga obat penunda haid (jika obatnya dari Indonesia semacam Endometril/Primolut ada baiknya spiral/IUD dicopot agar tidak spotting/mens/kram perut selama minum obat tsb), minumnya juga harus beberapa hari setelah hari hadi terakhir. Segera konsultasikan ke dokter masing2 ya…
  6. Siapkan siapa yang akan menunggui anak saat masa haji, kalau butuh visa UK segera diurus.
  7. Persiapan ilmu. Ini sangat penting karena jangan harap bisa tinggal ‘ngikut’ seperti di Indonesia ataupun disediakan manasik2 haji sebelum berangkat. Travel agen kami menyediakan 1x seminar mengenai Haji (wajib ikut seharian) dan dibagikan kain ihram (gak ada yang namanya seragam batik, koper seragam, tas seragam, dsb). Untuk ilmu, disiapkan pribadi bisa dari buku-buku, ikut seminar atau nonton YouTube.

Khalas! Beres.. Alhamdulillah daftar sebelum Ramadhan bisa berangkat beberapa bulan setelahnya, itu nikmat yang sangaaaatttt… jika dibandingkan dengan jamaah di Indonesia harus menunggu lama sekali. MashaAllah….

Terus bawa apa aja kesana? Bisa diintip ceklist saya disini:

  • Uang cash Riyal (150-250 Pounds/orang)

    Tas ransel (untuk ke Arafah)
    Tas selempang (untuk ke masjid/jalan)
    Drawstring bag untuk sepatu (saat ke masjid)
    Al Qur’an pocket
    Buku haji/doa
    Sajadah lipat
    Buku kecil/alat tulis
    Botol minum air zam-zam

  • Toilettries
    Handuk
    Pantyliners (untuk wanita, sangat membantu)
    Fan kecil
    Spray
    Suncreen unscrented
    Payung
    Sabun – shampoo unscented
    Sikat gigi / siwak
    Tissue basah unscented
    Sunglasses
    Kaca mata cadangan (2) + tali kaca mata
  • Pakaian
    Bawa baju seperlunya, 1 baju bisa dipakai untuk 2 hari, kec.kalau mau nyuci/laundry disana
    Kain Ihram
    Masker
    Sepatu keds (hari haji) dan sandal/sepatu biasa (ke masjid)
    Sandal jepit (WC – di Mina)
  • Perlengkapan
    Sendok garpu sendiri (untuk di Mina, pernah gak dikasih sendok untuk makan nasi kebuli)
    Vitamin + Obat2 (vitamin C/imune), obat batuk/flu/demam/antibiotik – obat diare/rehidration sachets
    Minyak angin + tensoplast
    Gunting kuku
    Gunting (untuk tahalul wanita)
    Sleeping bag / tikar / matras untuk di Muzdalifah (bakal dibuang, jangan yang mahal2)
    Plug colokan universal (kebanyakan pakai plug UK) – powerbank
    Cemilan: Cereal bars (karena makanan di Mina lumayan berat atau cadangan kalau kelaparan saat jalan ke jumroh atau saat gak nafsu makan selalu sedia dalam tas)

Tapi sebelum belanja ini itu dan packing ini itu, coba tengok ayat berikut:

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang-siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan menger-jakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Ber-bekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal.” (Al-Baqarah: 197)

Ya, bekal taqwa yang paling utama… dan siapkan amunisi sabar berton-ton (lebay). Sepertinya persiapan mental lebih utama, lalu siapkan fisik. Idealnya sih 1 bulan sebelumnya harus latihan jalan… eh tapi saya malah sakit (dan jalan-jalan summer) gara-gara tegang/pikiran kali ya.

Akhirnya hari yang dinanti tiba, grup saya adalah kloter super terakhir: baru berangkat dari bandara Heathrow, London tanggal 27 agustus malam. Subhanallah.. terminal 4 Heathrow saat itu ramai sudah seperti terminal haji, bukan seperti di London! Jadi kita tidak aneh sendiri kostumnya karena hampir semua yang disana mau berangkat haji dan sudah pakai ihrom.

DSC_0003

Flight kami Alhamdulillah di upgrade jadi Saudi Airlines, direct London-Jeddah. Pesawatnya khusus pesawar Haji, bahkan di dalamnya ada musholla nya. Dengan noraknya, Nyo langsung coba sholat di musholanya (baru pertama kali maklum). Saat miqot pun diumumkan jelas, dan kita terus melafazkan niat Umroh semenjak 30 menit menjelang melewati miqot. Bacaan Talbiyah pun berkumandang di atas pesawat..

Advertisements