Rutinitas Saat Anak Sekolah

Sejak 2 bulan lalu, tepatnya tengah September, my Rhapsody sudah mulai sekolah setiap hari kelas Reception di sekolahnya saat Nursery dulu. Bedanya, jika waktu Nursery – karena hanya dapat 15 jam/minggu gratis, hanya 3x/minggu (pukul 9am-3.25 pm) dan sisa 2 hari nursery 9-5 pm di kampus. Sedangkan sekarang ia sudah 4 tahun jadi sudah kelas Reception, full-time dan setiap hari. Alhasil, jadwal ngampus MakNyo jadi berkurang… Padahal term ini MakNyo pengen ngebut dan pengen S.O (study oriented) setelah tersadar waktu PhD tinggal hitungan bulan tersisa, tahun2 kemarin sudah lewat dengan aktivitas kebanyakan diluar belajar seperti sok-sok an start-up yang ternyata cuman hype, kebanyakan bikin musik & video klip gak berhenti, keasyikan nge-CJ, ngajar2 terus di kampus, dan waktu riset terbengkalai. Ahhh….. MakNyo pengen konsen belajar ajah sekarang! Adaptasi lagi nih dengan beban riset yang membuat pikiran dan hayati lelah, heheh….

4-6 am

Biasanya sebelum anak bangun, Nyo mencuri waktu seperti ini untuk menulis, remote kerjaan di komputer lab, ngerjain video (vlog-nya my Rhapsody), atau belajar (kalau lagi rajin, hehehe..). Ini jadwal musim dingin sih kalau Subuh baru jam 6 pagi.

06.30 – 08.15 

Setelah Subuh, langsung nyiapin bekal kantor Bapaknya, siapin sarapan anak dan Bapaknya, lalu Mandi. Kalau anak sudah bangun, giliran nemenin dia sarapan lalu mandiin dia.  Rush hour sih ini.. Karena kalau ada yang telat sedikit bangun atau mandi (WC kan cuman 1 dipakai bertiga), bisa-bisa jadwal berangkat semua molor.

…dan balada emak-emak itu selalu saat nyuruh these boys bangun!! Astagifurllah… terutama kalau musim dingin, susaaaaaahh… banget disuruh bangun. Bahkan jam setengah 8 lewat belum berhasil juga MakNyo bangunin mereka! Pada maunya tarik selimut tidur lagi, padahal sudah mau telat… lelah hayati teriak2 bangunin dong yaaa… tolong T_T  musti bawa kentongan ala Siskamling dulu sepertinyah.

08.30 

Sekitar jam segini biasanya kita mulai berangkat jalan kaki ke sekolah. Gerbang sekolah dibuka pukul 08.50 dan kita berusaha untuk datang saat dibuka – karena jam 9 tepat sudah ditutup dan kita gak mau telat! Alhamdulillah di akomodasi student kami, ada 5 anak yang bersekolah di sekolah yang sama, dan 3 diantaranya (termasuk my Rhapsody) masuk kelas Reception – semuanya cowok pula. Bayangkan dong apa yang terjadi begitu sudah keluar rumah: semua langsung berpacu dengan otopet masing-masing, menuju sekolah.

Zzziingg… Mereka berlomba untuk jadi yang paling cepat sampai sekolah. Sedangkan para orang tuanya di belakang ngos-ngosan mengejar dan ribut berteriak, “Stop.. hati-hati! Pelan-pelan!”. Hosh..hosh… Lari-lari deh jadinya MakNyo, lumayan bakar kalori dan olahraga.

Untungnya mereka sudah mengerti setiap sampai di jalan/lampu merah, harus Stop dan menunggu orang tuanya untuk menyeberang, tidak boleh ‘nyelonong’ sendiri meski hijau. Tapi ya tetap aja namanya anak-anak, kita dari belakang sudah khawatir ketar-ketir kalau anak jauuuuhh…di depan kebut-kebutan otoped. Haduuh… anak laki!

Mereka bertiga ini berasal dari negara berbeda: Indonesia, Korea, dan Somalia-Austria, jadinya lucu aja melihat mereka berangkat dan pulang bareng kompakan.

09.15 – 3 pm

Giliran MakNyo yang belajar di kampus, lebih tepatnya ngutak-ngutik komputer, bolak-balik riset, running GPU yang tiada henti. Sedikit curcol, sebenarnya sudah 1.5 tahun ngerjain 2 topik riset yang tak kunjung membuahkan hasil memuaskan (maksdunya yang memuaskan bagi spv, huhu).

Ya Allah… Riset tuh begini ya, sesuai namanya: re-search -> harus dicari-cari terus tanpa tau ujungnya. Mencari (metode) yang belum ada sebelumnya, mencari penyelesaian yang kita gak tau kenapa begitu, mencari tau apa yang belum orang lain ketahui, mencari – cari terus sampai kadang lupa sebenarnya kita sedang mencari apa sih…. Mungkin aku sedang saturasi. Kadang pengen juga ya conference atau publikasi seperti yang lain. Harusnya tingkat 3 akhir ini sudah mulai menulis, tapi aku bingung.. Menulis apa ya? Ini juga masih ‘mencari’, masih menjalankan eksperimen untuk bisa mendapatkan hasil dan titik terang.

Kadang sambil ‘mencari’, sambil menenangkan diri juga kalau terlalu khawatir karena belum ‘nulis’ hasil: semoga Allah hitung ini sebagai ikhtiar. Rasanya sayang juga waktu habis untuk riset kalau tidak hasil, apalagi kalau tidak ada nilai kebaikan.  Mohon doanya biar lancar ya, pembaca.. thx 🙂

2.55 pm

MakNyo sudah kemas-kemas dan meluncur ke TKP eh sekolah anak. Rasanya agak sedih deh kalau sudah pulang sementara kerjaan masih ngawang belum ada yang selesai, sementara orang-orang di lab sedang asik kerja (biasa pada pulang di atas jam 5 atau jam 7 begitu). Tapi gimana, my Rhapsody selesai sekolah jam 3.15 (dimajuin semenjak pindah ke gedung baru) dan jalan kaki dari kampus ke sekolahnya memakan waktu 20 menit. Lumayan kan pagi jalan 30 menit, pulang jalan 30 menit (20 menit kampus-sekolah, 10 menit sekolah-rumah), total dapat 1 jam jalan kaki sehari 😀 Alhamdulillah… Meski tetap gendut tapi badan ada geraknya.

IMG_2968

Teman ber-otoped ria.. Stop dulu sebelum menyebrang (tetep aja deg2an emaknya)

 

Tiap pulang, pasti dia minta snack. Biasanya MakNyo bawa biskuit, atau pisang, atau roti, begitu untuk dia makan di luar sekolah – kadang sama teman-temannya. Nah, kalau sudah berkumpul 3 anak itu – mulai lagi rutinitas kejar-kejaran-otopet deh… “Stop! Jangan kencang-kencang…! Hati-hati nabrak orang! Berhenti dulu disana tunggu Mami!!” mulut MakNyo gak bisa berhenti teriak-teriak sambil lari.

Yak, kalau di lab ini mulut diam tak bersuara dan tak bergerak hanya duduk menatap monitor komputer, sedangkan begitu ketemu anak: jadi cerewet deh!

03.30 – 6 pm

Kalau anak ikut school club FitForSport biasanya saya jemput jam setengah 6 sore. Nah, school club ini bahasa halusnya ‘penitipan anak’ sampai selesai office hour, bayarnya sekitar 10 pounds untuk jam 3.30 – 5.45 pm. Lumayan kan biasa nambah waktu kerja 2 jam di kampus. Awalnya saya ikutkan dia 1-2x seminggu. Tapi kok dia gak suka ya? Karena katanya gak ada anak sepantaran (satu kelas dicampur dari kelas Reception samapi Year 6), cuman 1 atau dia berdua yang Reception – dan dia terlalu capek mau tidur aja di rumah – katanya.

Wahh…. gimana ini, waktu kerja di kampus berkurang. Tapi ternyata kita harus mendengarkan anak juga ya, gak boleh mentingin kepentingan sendiri aja… Benar deh karena kecapekan, ia tumbang juga selama hampir 2 minggu (demam 5 hari) dia kena infeksi perut oleh virus (awalnya) terus di cek dokter/RS ternyata kena bakteri dan dikasih antibiotik (disini untuk ngasi antibiotik ‘susah’ banget harus dicek macam-macam dulu). Malah jadi MakNyo gak ke kampus, stay di rumah deh… sampai ia sembuh.

Jadinya, kalau ia tidak school club, di rumah MakNyo suruh dia tidur (kalau bisa) biar MakNyo bisa belajar atau kerja remote dari. Yak, sepertinya saya tipe Emak yang gak bisa kerja kalau ada anak. Anak musti tidur dulu atau nonton baru bisa kerja. Yah tapi masa dikasih nonton terus? Sementara jatah ‘screen time’ dia di tab per hari cuma setengah jam-an, heheh… TV juga hanya pas wiken. Jadi, cara biar MakNyo bisa belajar ya dia bobo atau school club, ya atau main Lego. Kalau ia sudah main Lego rasanya dunia sekitarnya jadi dunia Lego ^_^  Selain opsi tidur atau nonton atau main lego atau school club, MakNyo gak akan bisa belajar kalau dia di samping: harus diladeni atau diisengin! >_<    T_T

6 pm

Nyo siap-siap masak karena 1 jam lagi BapakNyo pulang kantor. Biasanya (lagi-lagi) sedih juga ngelepas laptop dari pangkuan saat lagi asik kerja. Tapi masak setiap hari refreshing bagi Nyo yang hobi makan. Masaknya sih gak hobi, tapi kalau gak masak, makan apa dong?

7-8 pm

Dinner time sekaligus waktunya MakNyo menikmati free-time: makan dan istirahat.

8 -9 pm

Study time. Bukan my study time, tapi study time my Rhapsody… Terserah sih dia maunya belajar apa (biasanya malah main, tapi gapapa lah karena gak ada waktu main di rumah juga kalau habis pulang sekolah tidur). Bisa main piano, belajar gambar, belajar nulis, atau sedikit-sedikit hijaiyah. Jam 9 tidur deh.. MakNyo ikutan bobo, heheh… Soalnya ini anak musti dikelonin kalau tidur, sedangkan teman-temannya sudah tidur sendiri di kamar sendiri. Yah, kalau ada rejeki bisa sewa 2-bed flat nanti sih maunya juga dia sudah bisa tidur sendiri ya insyaAllah..

…and the routine goes…

I love routine.. Dasar mental karyawan ya, kok jadi senang dengan rutinitas, heheh… Tapi kalau anak sekolah rasanya memang kita ‘dipaksa’ menjalani rutinitas.

Saat anak mulai sekolah, jam kerja juga ‘dipaksa’ menyesuaikan jam sekolah anak.

Saat anak sekolah, kita juga ‘dipaksa’ untuk stop bekerja dan liburan sesuai jadwal libur sekolah anak (kemarin sempat sudah bayar untuk summer camp yang sehari lumayan kisaran biaya antara 25 – 50 pounds, tapi ternyata dia malah kena infeksi bakteri itu… beginilah akibat MakNyo yang terlalu mau memaksakan bekerja saat anak liburan malah jadinya rugi.. takdir Allah..).

Saat anak sekolah, waktunya MakNyo untuk menikmati time with computer.. dan menjadi tua. Rasanya kalau jemput anak sekolah, melihat anak semakin lama ia semakin besar, semakin sadar kalau kita semakin tua… 😦

Advertisements