Rewards di Sekolah Anak

Di sekolah Primary School my Rhapsody ada sistem rewards yang terus dilaksanakan selama pengajaran. Bukan hanya rewards secara fisik, tapi juga secara penghargaan. Mungkin agar semua anak semangat belajar. Apa saja contohnya?

 

  1. School assembly

Kalau di Indonesia, tiap hari Senin kita ada upacara, disini setiap Jumat ada school assembly. Tiap jumat pagi selama setengah jam, semua anak dari seluruh kelas (nursery – Year 6) berkumpul di aula untuk assembly. Ngapain aja? Headteacher (kepala sekolah) akan memberikan informasi terkini mengenai kabar sekolah atau pengumuman penting. Setelah itu, diikuti dengan kegiatan utama: Special Mention.

Setiap minggu, dari tiap kelas ada tiap anak yang dipilih sebagai ‘Special Mention’ (biasa orang tua dikabari biar bisa datang saat assembly). Anak – anak ‘Special Mention’ ini maju ke depan dan diberikan lencana (stiker) dari head-teacher. Lalu sebelum disematkan lencana, wali kelas akan ngomong kenapa mereka memilih anak itu sebagai special mention. Biasanya gak hanya karena akademis, biasanya karena, ‘minggu ini dia telah menolong temannya’, ‘minggu ini ia membantu guru merapikan mainan’, atau ‘ minggu ini ia telah berusaha keras belajar perkalian 4’, atau ‘minggu ini ia menunjukkan konsistensinya untuk mengerjakan homework’. Ya, seperti itu… kadang buat kita terasa remeh-temeh, tapi mungkin untuk anak-anak mereka merasa bangga atas pencapaian mereka – yang bukan melulu soal akademis.

Jadi ingat waktu zaman dulu upacara sekolah di Indonesia, pasti yang maju ke depan, “Ayo yang rangking 1, 2, dan 3 ke depan ya – dikasih hadiah.” Atau, “Si ini.. dari kelas.. maju ke depan, karena menang lomba…”. Okey, bagus juga, tapi it will end up, ada beberapa anak merasa gak pernah maju ke depan. Kalau assembly setiap minggu, sepertinya setiap anak dapat giliran maju, regardless prestasi akademisnya – asal dia ada kegigihan (karena karakter juga perlu proses belajar toh).

Aneh juga di sekolah sini gak ada sistem rangking ya.. tapi saat ujian ke Secondary School, ada tes-nya dan nilai ini yang menentukan level sekolahnya bagus atau tidak. Kelas Reception baru pernah 1x ikut assembly dan sepertinya ia betah saja duduk.

Di assembly, bukan hanya anak special mention yang dapat penghargaan. Ada lagi kategori anak ‘Always’ child (tidak setiap minggu). Biasanya dipilih dari tiap kelas, mereka dapat hadiah morning tea bersama head-teacher. Apa itu always child? Maksudnya, anak yang ‘always punctual’ atau ‘always kind’ atau ‘always smile’ atau ‘always helpful’, itu yang terpilih.

Juga, dari tiap kelas dipilih ‘The most polite’. Waktu itu dari kelas Rhapsody, kebetulan dipilih temannya yang orang Jepang – ya jelas sopan, hehe… The most polite ini biasanya yang kalau minta sesuatu ke guru – sopan, kalau lagi makan juga – table manner bagus, sama teman behave nya baik. Anak-anak ‘The most polite” dari tiap kelas bisa memilih mainan yang ia mau (dalam basket).

prefect.png

Ada lagi setiap minggunya “The Prefect Award”. Tiap kelas ada anak yang beruntung dikasih kertas “Prefect Award” untuk diundi (dan dapat mainan). Waktu itu my Rhapsody dapat kertas “Prefect Award” ini karena kata gurunya, sudah bantu merapikan mainan dan hold the door.

 

2. Stars and Rainbow

Hampir setiap hari, jika guru melihat ada anak di kelas yang ‘baik’ atau ada ‘pencapaian yang bagus’, namanya masuk ke rainbow atau star. Misalnya, anak-anak (maksimum 5) yang rajin merapikan mainan atau ikut beresin kelas, di Rainbow. Anak-anakyang di Rainbow mendapatkan stiker ‘well done’, ‘amazing’, ‘great job’, seperti itiu.

Atau anak yang hari ini sudah bisa mengikuti pelajaran dan pintar bisa mengerjakan tugas guru, dapat Star. Tingkatan star lebih tinggi dari rainbows. Jadi, anak yang di Star bisa memilih mainan yang ia mau.

My Rhapsody pernah dalam seminggu kepilih Star dua kali, jadi dapat mainan 2x juga deh… 😀

stars

Hadiahnya mainan2 kecil seperti ini. Sederhana dan murah tapi anak senang

3. Awards

Saat end-of-the academic year nursery graduation waktu itu, ada juga award yang diberikan setiap anak. Di certificate nya ada tulisan lucu-lucu, misalnya si anak dapat award karena kehebatannya bikin menara Lego sampai tinggi, atau karena si anak bagus menyanyi, atau karena jago bermain bola.

Sudah kutunggu-tunggu, dia dapat award karena apa ya? Apa karena jago matematika atau pintar membaca? Saat dipanggil dan diumumkan award-nya, ternyata begini:

award.png

Ding.dong…. heee, power-ranger? =,=; . Yasudahlah, mungkin MakNyo yang harus lebih belajar semua gak harus diukur secara akademik (meski sebagai akademia, rasanya agak sulit, ha…).  Mungkin memang ia berpotensi jadi… super-hero? (he..?)

Belajar menghargai kelebihan dan keunikan masing – masing anak… because they’re just different… 🙂  . Sebagai grown-ups yang lebih ‘cuek’ sekarang, kita jadi harus lebih belajar menghargai setiap orang, karena sebenarnya semua orang senang jika dihargai (bukan cuman anak-anak yang butuh rewards, cuman bentuknya beda).

Anak – anak masih sulit untuk mengerti konsep ‘ikhlas’, bahkan kita yang dewasa juga kadang sulit meluruskan niat agar lebih ikhlas. Dalam proses belajar anak, perlu di iming-imingi hadiah atau rewards atau pujian atau penghargaan, agar ia lebih semangat berbuat baik dan belajar. Meskipun juga kita sadar bahwa rewards from Allah SWT itu yang paling baik yang kita harapkan.

Advertisements