Saat Anak Belajar Phonics

Belajar membaca bahasa Inggris tidak semudah membaca bahasa Indonesia. Apalagi MakNyo juga bukan native, bisa-bisa salah ngajarinnya. Oleh karena itu, sekolah sadar banyak orang tua yang bukan asli Inggris, sehingga mereka mengadakan Phonics workshop yang wajib diikuti. Wew, belajar lagi deh…

Jadi, untuk bahasa Inggris (terutama spelling-nya kan ribet), saat anak belajar membaca bukan dengan alfabet, tapi dengan phonics.

Phonics lebih ke bunyi dari alfabet-nya. Jadi, bisa lebih mudah mengajarkan hubungan antara bunyi dan ejaan dari katanya. Ada 6 Phase phonics, dan anak-anak belajar secara bertahap. Biar kebayang seperti apa Phonics, kita bisa lihat video ini di Phonic Phase 1. Saat di kelas Nursery tahun lalu, my Rhapsody belajar Phonics Phase 1, jadi sudah hafal lagunya.

 

Saat ‘h’, bukan dibaca ‘ejj’ seperti kita sekolah dulu, dibacanya seperti bahasa Indonesia, ‘hh’, biasa. Untuk ‘y’ juga bukan ‘wai’, tapi ‘y’ biasa. Beda ya dengan alfabet… Kalau mengajari alfabet untuk membaca bahasa Inggris, bagaimana caranya anak mengeja? ‘hat’ misalnya, kalau kita pakai alfabet: ‘ej’ ‘e’ ‘te’.. ya susah, kalau pakai phonics: ‘h’ ‘a’ ‘t’  – HAT.

Memasuki kelas Reception, beberapa minggu lalu ia sudah selesai  Phase 2 Phonics.

Phase-2

Phase 2

Dengan phase 2 phonics ia sudah bisa menulis  kalimat dengan CVC words and tricky words. Apa itu CVC words? CVC: Consonant-Vocal-Consonant. Jadi, kata-kata seperti “cat, mat, sit, put”, dsb – yang pertama-tama mereka ajarkan (saat di nursery) untuk dibaca.

whatsapp-image-2017-12-14-at-5-19-20-am.jpeg

Menulis kalimat dgn Phase 2, ala mencongak. Kita bilang kalimatnya, anak menuliskannya…

Selain phonics, diajarkan juga tricky words Phase 2, yaitu:

the – no –  I  – to  – go  – into

Tricky words ini harus dihafal karena masih susah juga kalau dirumuskan dengan Phonics. Yah, begitulah, bahasa Inggris memang gak konsisten yah.. Coba belajar bahasa Indonesia,  bisa lebih cepat lancar sepertinya baca dan tulis, heheh…

Ini contoh (dari report sekolah) saat my Rhapsody menulis dengan Phonics Phase 2 di kelas. Memang belum sempurna sih, nulis ‘rocket’ aja kurang ‘e’-nya tapi yang penting sudah  mencoba.

buci_nulis

Phase 2 writing

Di sekolah juga mereka mengajarkan ini dengan cara bermain yang fun. Misalnya, mengeja dengan gerakan robot, atau menandai titik di bawah tiap huruf (sehingga tahu 1 kata ada berapa huruf yang menyusun), atau dengan menebak huruf yang hilang di satu kata. Di sekolah, mereka punya layar touch screen yang besar tiap kelas, jadinya permainan interaktif. Anak – anak maju sambil menepuk layar atau men-‘drag’ huruf yang bersangkutan. Seru yaah…

Sekarang my Rhapsody sedang belajar Phonics Phase 3, lebih susah lebih menantang. Bahkan sebenarnya MakNyo aja gak tau gimana ngajarinnya (selama ini lebih sering anakNyo yang ngajarin MakNyo Phonics).

phase3

Tricky words Phase 3:

he – she – we – be – all – her – they – my – are – you

Nah, susah kan.. belum lagi banyak kata bahasa Inggris yang gak konsisten. ‘ear’ di ‘beard’ dan ‘bear’ bukannya beda ya bacanya? Terus ‘c’ di ‘cat’ dan ‘circle’ kan beda juga. Kata gurunya, “Just try your best guess.”. Intinya ya semakin banyak vocab, nanti juga belajar.

Di akhir kelas Reception diharapkan sudah bisa menulis satu cerita pendek. Meskipun mereka masih salah – salah, tapi MakNyo gak sabar deh pengen baca tulisannya nanti ❤

Bagi yang ingin sumber belajar Phonics untuk anak, mungkin referensi ini berguna:

Alpha Block – anak-anak yang tinggal disini pasti sudah hafal yah dengan serial ini. Selain dengan menonton, juga ada game-nya (dan buku ceritanya) yang menyenangkan untuk dimainkan (dan phonics-nya benar dari Britsh). Hati – hati kalau mencari referensi game Phonics, karena Phonic American English berbeda dengan di British sini. Alfabet nya aja beda ya di US sana ngomong ‘z’-nya ‘zi’, di British seperti di Indonesia, ‘zet’.

Sumber dari guru di kelasnya:

https://www.phonicsplay.co.uk/  –  dimana ada sumber dan berbagai permainan dasar

http://www.letters-and-sounds.com/ – ada game dan sumbernya juga

Tapi sebenarnya, MakNyo gak memakai sumber-sumber di atas juga kalau di rumah karena si anak sudah belajar terlalu banyak di sekolah. Sampai di rumah pukul 4 kurang (kadang 17.45 kalau ikut school club), anakNyo sudah teler, maunya cuman makan, main dan tidur. Yasudah, dicukupkan saja, kecuali memang kalau anaknya minta belajar atau nulis.

Tapi membangun tingkat literacy anak perlu. Meskipun mereka masih belum bisa baca, dari sekolah sudah ditanamkan kecintaan pada buku. Semenjak nursery buku (untuk mereka baca sendiri, yang Phonics friendly) di book bag (iya di sekolah ada tas khusus buku – terpisah dengan tas lain) diganti setiap minggu. Saat Reception, buku ini diganti 2x seminggu dan boleh meminjam buku cerita bebas (untuk bedtime story) dari sekolah kapan saja. Semuanya harus ditulis di Reading Journal.

Reading Journal si anak ini memang bikin ‘kerjaan’ lagi bagi makNyo. Jadi, setiap buku yang ‘ditugaskan’ untuk dibaca dari sekolah, harus ada komentarnya dari orang tua – apakah si anak bisa bacanya atau apakah anak suka ceritanya, bagaimana tanggapan anak, dsb.

Untuk anak – anak yang baru mulai membaca, ada beberapa book-series bagus (ada tingkatan Level-nya, dan Phonics yang digunakan di buku cerita tsb) yang suka MakNyo baca (beli atau dapat dari orang atau pinjam dari sekolah atau pinjam di library):

Songbird Oxford Reading Tree

Read with Biff, Chip, and Kipper

Usborne Very First Reader

Bukan masalah kecepatan anak membacanya, tapi bagaimana ia suka membaca dulu. Kadang MakNyo ajak ke library, semangat pilih bukunya tapi masih malas baca bukunya. Tapi namanya anak cowok, lebih senang lari -lari dan main – main, dibandingkan duduk diam baca buku atau menulis. Malah MakNyo yang baca sendiri kalau ke library. Hahaha… harus ditangkap dulu sama MakNyo biar mau baca.

Untuk lebih mencintai baca lagi, ada serial Super Why yang mengajak anak untuk belajar ‘spelling’, juga menjadi ‘super reader! Cek disini: http://pbskids.org/superwhy/

libr

Library – children section

 

Hmmm….  Ternyata, gampang gampang susah ya phonics, perasaan dulu pas kecil belajar bahasa Inggris gak begini, heheh… Wajar kalau dulu MakNyo umur 3 tahun sudah lancar baca tulisan bahasa Indonesia, tapi si anak (karena belajar bacanya bahasa Inggris) masih tahap belajar.

Selamat belajar Phonics, happy reader… 🙂

Advertisements