Save the best for last: Tobogganing (at last!)

Ini hari terakhir kita di Engelberg, agak sedih sih karena sudah harus pulang, hiks… Rasanya mau main-main lagi. Tapi masih ada waktu sebelum sore jam 3 kita cabut ke Zurich airport. Jadi, kita main-main lagi setelah check out (jam 10) dan simpan koper di storage room (lucky they have it!)  😀

Setelah puas sledging disana-sini, dan mondar-mandir Titlis, ada satu tempat yang bikin kita penasaran di dekat pintu masuk Titlis: Gerschnialp. Apa itu? Awalnya kita ragu karena harus sewa sledging dan apa harus bayar lagi naik funicular ke bukitnya? Ternyata, semuanya sudah include di Tell-pass! Hanya, harus sabar mengantri tukar-tiket di loket utama Titlis.

Ternyata di Gerschnialp ada tempat tobogganing yang seru!! 3.5 km non-stop loh… Tadinya MakNyo gak mau ikutan, takut jantungan di tengah jalan. Tapi, setelah dipikir-pikir dan melihat banyak anak-anak serta kakek nenek yang ikut toboggan-run, kenapa gak?! Kapan lagiii…..!! Ayok lah meluncur…!

DSC_0994

Before tobogganing

Toboggan merupakan sledge atau alat seluncuran salju tradisional dari kayu. Di Gerschnialp, Switzerland (yang terletak di lembah gunung Titlis), kita bisa meluncur dengan Toboggan sepanjang 3.5 km non-stop dari atas bukit sampai ke lembah kota Engelberg.

Untuk ke puncak bukit Gerschnialp, kita harus masuk melalui stasiun di bukit Mount Titlis dan menaiki funicular (kereta gunung) tradisional ke ketinggian 1300 meter di atas laut. Harga tiket untuk 1x naik funicular (one-way) dan 1x meluncur sebesar 14 CHF , termasuk sewa sledge. Atau jika ingin meluncur dan naik funicular sepuasnya, bisa membeli pass seharga 35 CHF.

WhatsApp Image 2017-12-27 at 9.29.49 AM

Sempat2nya wefie sambil tobogganing :p

Setibanya di puncak Gerschnialp, kita bisa langsung duduk di sledge dan siap meluncur! Semua adu cepat meluncur untuk sampai ke bawah paling dulu.  Bermacam teknik yang digunakan orang agar mempercepat laju sledge, ada yang sambil tiduran, tengkurap, atau menggandeng sledge lainnya. Lintasan toboggan run ini berkelok-kelok, melewati hutan, menembus pepohonan yang diselimuti salju,  serta pemandangan pegunungan es yang menakjubkan. Rasanya, tak ingin terburu-buru meluncur.

Keindahan panorama khas pegunungan alpen yang putih semakin membuat meluncur tambah menyenangkan. Tapi, hati-hati tertabrak peserta toboggan run lainnya yah, yang
meluncur dengan kecepatan tinggi.

Setelah meluncur non-stop selama 15-20 menit-an, akhirnya kita sampai ke Engelberg di kaki bukit. Keseruan toboggan run ternyata bikin nagih. Pemandangan cantik dan hembusan hawa dingin saat meluncur:  kombinasi sensasi yang unik. Siapa siap untuk meluncur lagi?!

Karena masih ada wahana di Titlis yang belum kita kunjungi dari kemarin, jadinya kita gak toboggan lagi (juga ternyata di tiket hanya diisi single ride ke Gerschnialp, hiks… kalau antri lagi di loket untuk tiket, rasanya gak keburu). Lalu, kita kembali menanjak ke puncak Titlis. Karena musim liburan winter, jadinya penuh sesak oleh turis, ditambah para orang Eropa yang ramai main ski, dengan segala peralatan ski-nya.

DSC_0863

Glacier park Titlis

Pertama keluar, kita pasti ke Glacier Park. Disini, para turis yang mayoritas dari negara tak bersalju bisa sepuasnya bermain salju, atau berpose se-norak-nya, heheh… Maklum lah… Kalau orang lokal sudah eneg kali lihat salju.

IMG_5107

Titlis 10,000 m di atas laut.. tahun 2009 pose sendirian disini, sekarang Alhamdulillah dengan keluarga

Di puncak Titilis, ada banyak atraksi yang pasti gak bikin turis bosan. Ada ice cave, yaitu gua yang terbuat dari es. Hati-hati ya harus pegangan selalu di pinggir gua karena bisa-bisa terpeleset, licin sekali! My Rhapsody terpeleset jatuh, sampai kepala benjol dan nangis, hiks…

DSC_0058

Ice Cave – hati hati terpeleset

Kalau tidak pakai Tell-pass, naik Ice flyer dibandrol seharga 12 CHF/orang. Awalnya kita ragu, apakah anak-anak boleh naik. Eh, ternyata boleh dan tidak se-seram yang dibayangkan. Tadinya kita sempat ragu, berangkat gak ya, karena ini seperti naik cable car dari ketinggian 10,000 kaki, tapi tidak ada tempat berpijak serta penutup, hiii…. Setelah naik Ice Flyer, ternyata landai lintasannya dan kita lumayan enjoy (gak enjoy-nya gara-gara sudah mulai hujan salju dan temperatur nge-drop, plus berangin).

Sebelum naik Ice Flyer. kita mau coba naik Chair-lift kayak orang-orang ski itu. Eh, ternyata gak boleh ya, hanya untuk orang yang sudah memakai lengkap peralatan ski. Jadinya, di Titlis ini disediakan yang serupa, Ice-Flyer yang rute dan pengamanannya sudah disuaikan dengan turis.

Di samping stasiun Ice Flyer, terdapat Cliff Walk, yaitu suspesion bridge tertinggi di Eropa. Kondisi cuaca sedang tidak bersahabat saat itu sehingga berkabut dan sangat dingiiiinn… tidak seperti hari-hari sebelumnya. Brrr… My Rhapsody juga takut melangkah di jembatan karena goyang-goyang. Alhasil, dia digendong dan hanya sebentar untuk foto lalu balik lagi karena pipi sudah terasa membeku.

Tak jauh dari sana, ada tempat untuk mencetak foto kita di Ice Flyer dan Cliff Walk, masing-masing dijual seharga 12 CHF. Entah kenapa hari itu kita beli semua (biasanya kalau kemana-mana kita gak pernah beli foto beginian). Tapi sayang banget foto Ice Flyer, my Rhapsody ketutupan wajahnya sama pengaman Ice Flyer-nya, hiks… Terus pas di Cliff Walk fotonya lagi ramai orang, hehe, kelamaan kalau nunggu sepi :p

Nah, di Trubsee, di dekat SnowExperience Park (tempat snow-mobile), kita ke bisa masuk ke dalam iglo (kalau ini MakNyo yang penasaran). Kita bisa merasakan sensasi di dalam Iglo di Iglu-Dorf. Hotel ini baru dibuka loh tanggal 23 Desember 2017 silam, dan selama musim dingin sampai 1 April 2018 saja. Harus saat musim dingin, sebab seluruh bangunan Iglo ini terbuat dari es. Iglo ini memiliki sistem tunnel (lorong) yang menghubungkan antara bagian satu bagian dengan bagian lain (antara restoran dan kamar-kamar hotel, misalnya), jadi sirkulasi udara tidak terlalu dingin di dalam.

DSC_0910

Di depan Iglo, bukit Trubsee, berpose ala Power Rangers (pengarah gaya si kecil). Emang kalo wong ndeso ketemu salju, suka jadi norak posenya :p

Iglo ini terdiri dari bar/restoran dan hotel. Layaknya bar biasa, disini kita bisa memesan makanan atau minuman. Tapi, duduknya di atas  bangku es yang dilapisi alas bulu – agar tidak dingin saat duduk. Berbagai dekorasi seperti pahatan ukiran es di dinding Iglo, patung dari es, sampai kursi dari es mempercantik restoran Iglo.

Para turis kebanyakan bukannya pesan makan/minum, malah foto-foto saja (seperti kita). Lalu karena sebagian hotelnya masih dibangun (ada yang belum selesai, tapi ada juga yang sudah beroperasi), ada satu kamar yang dibuka untuk publik. Mungkin tahu para turis penasaran dengan kamar Igloo, satu kamar ini dipenuhi turis yang bergantian bergaya dan foto di dalamnya :p . Lumayan juga, daripada harus menginap di Iglo, brrr…

DSC_0944

Di dalam hotel Iglo

Sedangkan di hotelnya, terdapat beberapa tipe kamar, yang paling murah 159 CHF/malam bisa mengakomodasi hingga 6 orang. Jangan harap akan mendapati kasur empuk layaknya di hotel biasa, karena tempat untuk tidur juga terbuat dari es.  Namun, tak usah khawatir sebab disediakan sleeping bag dan selimut bulu yang bisa menghangatkan saat tidur. Dekorasi hotel juga dilengkapi dengan seni pahatan es di dalam Iglo.

Ternyata di dalam Iglo begini ya dalamnya.. baru tau 😀

Akhirnya berakhir juga liburan kami di Swiss. Masih penasaran sih gak beli-beli banyak oleh-oleh seperti cokelat (karena Lindt di London juga ada, harganya jauh beda). Pengen beli Cheese Fondue, pas baca ingredient ada wine-nya, gak jadi deh. Jadinya cuman beli dibawah ini ngerasain yang khas: cokelat Ragusa yang lembut sekali, kue khas Alpen yang bau rempah, dan keju Globi home-made dari pabrik kejunya.

Ya di Swiss memang mahal-mahal… kalau di London, kebelet pipis di toilet umum kebanyakan gratis (kalau pun bayar di toko, paling cuman 20p atau 0.2 Pounds). Nah, waktu kemarin di Lucerne si kecil kebelet, di stasiunnya untuk bayar toilet saja 2 CHF (atau setara dengan satu bungkus roti tawar). Waaks…  T_T . Sepertinya dulu tahun 2009, juga toilet di Zurich sudah bayar 3.2 CHF, entah sekarang berapa. Jadi, kalau di Swiss, kalau lagi di kereta, kapal, hotel, atau tempat wisata, manfaatkanlah baik-baik toilet gratis disana :p

Alhamdulillah… pukul 3 kami cabut dari Engelberg menuju Zurich airport. Ternyata disana jauuuhh… sekali gate-nya, diputer-puter kesana kemari, naik kereta segala, naik turun, waw.. Alhamdulillah kita datang awal sehingga tidak telat.

IMG_5257

Bye bye snowman.. di London gak bisa bikin snowman lagi deh

Sesampainya di London, kita dihadang dengan antrian imigrasi UK border yang…. untuk non-UK mengular panjang! Oh no… Rasanya teler sekali, flight hanya 1 jam tapi antri imigrasinya 3 jam!! Alhasil sampai di rumah baru jam 2 pagi, Alhamdulillah wa syukurillah… senangnya bisa kembali lagi ke London, dan makaaann… setelah berhari-hari jadi vegetarian dan makan roti terus (akibat lihat makanan harganya mahal-mahal).

Advertisements